Selasa, 06 November 2012

APA ITU PENCAK SILAT?


NAMA          : SRI NANDA
NIM/BP        : 1104716/2011
JURUSAN    : KEPELATIHAN

 
PENCAK SILAT
Pencak silat atau silat adalah suatu seni bela diri tradisional yang berasal dari indonesia. Seni bela diri ini secara luas dikenal di Indonesia, Malaysia, brunai dan singapura, Filipina selatan, dan Thailand selatan sesuai dengan penyebaran suku bangsa Melayu Nusantara. Berkat peranan para pelatih asal Indonesia, kini Vietnam juga telah memiliki pesilat-pesilat yang tangguh. Induk organisasi pencak silat di Indonesia adalah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Organisasi yang mewadahi federasi-federasi pencak silat di berbagai negara adalah Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa (Persilat), yang dibentuk oleh Indonesia, Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam.
Pencak silat adalah olahraga bela diri yang memerlukan banyak konsentrasi. Ada pengaruh budaya Cina, agama Hindu, Budha, dan Islam dalam pencak silat. Biasanya setiap daerah di Indonesia mempunyai aliran pencak silat yang khas. Misalnya, daerah Jawa Barat terkenal dengan aliran Cimande dan Cikalong, di Jawa Tengah ada aliran Merpati Putih dan di Jawa Timur ada aliran Perisai Diri. Setiap empat tahun di Indonesia ada pertandingan pencak silat tingkat nasional dalam Pekan Olahraga Nasional. Pencak silat juga dipertandingkan dalam SEA Games sejak tahun 1987. Di luar Indonesia juga ada banyak penggemar pencak silat seperti di Australia, Belanda, Jerman, dan Amerika.
Di tingkat nasional olahraga melalui permainan dan olahraga pencak silat menjadi salah satu alat pemersatu nusantara, bahkan untuk mengharumkan nama bangsa, dan menjadi identitas bangsa.  Olahraga pencak silat sudah dipertandingkan di skala internasional.  Di Indonesia banyak sekali aliran-aliran dalam pencak silat, dengan banyaknya aliran ini menunjukkan kekayaan budaya masyarakat yang ada di Indonesia dengan nilai-nilai yang ada didalamnya.
 
A.    KUDA-KUDA DALAM PENCAK SILAT
Kuda-kuda adalah keadaan telapak kaki yang bertujuan untuk memperkokoh posisi tubuh. Kuda-kuda yang kuat dan kokoh penting untuk mempertahankan posisi tubuh agar tidak mudah dijatuhkan. Kuda-kuda juga penting untuk menahan dorongan atau menjadi dasar titik tolak serangan (tendangan atau pukulan).
Macam kuda-kuda dalam pencak silat :
1.      Kuda-kuda depan
Adalah : di mana posisi salah satu kaki (kaki kanan atau kaki kiri) berada didepan, dan ditekukkan membentuk sudut siku-siku, dan kaki yang dibelakang tidak ditekukkan akan tetapi lurus dan menghadap kedepan dengan posisi tubuh tegak.

2.      Kuda-kuda belakang
Adalah :kuda-kuda dengan sikap salah satu kaki berada didepan, sedangkan kaki yang lain berada dibelakang dan di tekukkan, berat  badan sepenuhnya ditopang oleh kaki belakang. Posisi telapak kaki depan lurus dan telapak kaki belakang membentuk sudut 60 derajat.
3.      Kuda-kuda samping
Adalah :kuda-kuda dengan posisi kedua kaki melebar sejajar dengan tubuh dan berat badan di topang oleh kaki belakang  yang menekuk. Dan kaki depan lurus.Posisi kedua telapak kaki sejajar membentuk sudut 30 derajat.
4.      Kuda-kuda tengah
Adalah :kuda-kuda dengan sikap kedua kaki dibuka melebar sejajar dengan bahu dan berat badan ditopang oleh kedua kaki, posisi dari pinggang sampai kepala harus lurus dan tegak serta pandangan kedepan, posisi kaki tegak lurus.
5.      Kuda-kuda  silang depan
Adalah :salah satu kaki berada didepan dengan keadaan menyilang, kemudian arah gerakan kedepan, kedua lutut ditekuk dan pada kuda-kuda silang depan berat badan berada didepan atau sebagai tumpuannya, pandangan lurus kedepan.
6.      Kuda-kuda silang belakang
Adalah : posisi kaki yang depan lurus sejajar dengan bahu, kemudian kaki belakang menyilang dengan posisi kakinya merinjit dan badan menghadap kebelakang, dan tangan diarahkan kebelakang.

B.     SIKAP PASANG DALAM PENCAK SILAT
Dalam silat ada beberapa bentuk sikap pasang yaitu :
1.      Sikap pasang satu
Dimana posisi tubuh berdiri tegak, tangan berada disamping paha dengan posisi lurus dan dikepal.
2.      Sikap pasang dua
Di mana posisi tangan berada di samping pinggang, dengan tangan dikepal.
3.      Sikap pasang tiga
Posis tangan berada didepan dada, dengan tangan dikepal.
4.      Sikap pasang empat
Posisi tangan berada didepan dada dan tangan disilang, tetapi tidak dikepal melainkan posisi telapak tangan dibuka.

C.     POLA LANGKAH DALAM PENCAK SILAT
1.      Pola langkah lurus
Dimulai dari salah satu kuda-kuda (kuda-kuda tengah) mulai melangkah dengan kaki, cara melangkah geseran dengan pola langsah lurus. Mulai bergerak dengan kaki kiri lurus berhenti dititik 1, geser kaki kanan lurus terus lewati titik 1 berhenti dititik 2, geser kaki kiri lewati titik 2 dan begitu seterusnya.
2.      Pola langkah zig zag
Salah satu kuda-kuda yang diambil kudade-kuda tengah. Pertama kaki kiri melangkah kedepan dengan bergeser kaki kiri kedepan kearah samping kiri, dan kemudian kaki kanan yang berada dibelakang juga ditarik kedepan kearah samping kanan. Dan begitu seterusnya hinga membentuk zig zag.
3.      Pola langkah segitiga
Contoh kuda-kuda yang di pakai kuda-kuda depan.
Ø  Posisi pertama melakukan sikap pasang silat
Ø  Kemudian kaki kanan ditarik dengan bergeser kearah kanan
Ø  Lalu dilanjutkan langkah kearah depan atau titik depan tengah dengan kaki kiri
Ø  Kemudian ditarik kembali kaki kiri kebelakang kearah kiri atau dikembalikan kearah semula
Ø  k\selanjutnya kaki kanan ditarik kearah depan kanan atau titik tengah depan
Ø  kemudian kaki kanan ditarik kembali kebelakang atau k posisi semula
4.      pola langkah U
contoh kuda-kuda yang di pakai kuda-kuda tengah
Ø  pasang sikap pasang silat
Ø  kaki kiri digeser kearah kaki kanan dan dilanjutkan kearah depan sejajar
Ø  kemudian kaki kiri dikembalikan kearah semula
Ø  kaki kanan digeserkan kearah kaki kiri dan dilanjutkan kearah depan sejajar
Ø  kemudian kaki kanan ditarik kebelakang kerah semula
5.      pola langkah segi empat
kuda-kuda yang dipakai kuda-kuda tengah
Ø  pasang sikap pasang silat
Ø  kaki kiri ditarik dengan menggeser kearah kaki kanan
Ø  kemudian kaki kiri digeser kearah depan sejajar
Ø  lalu kaki kanan ditarik kearah kaki kiri dan ditarik kearah yang lurus, yaitu membentuk kuda-kuda tengah dari arah depan
Ø  selanjutnya kaki kiri ditarik kearah kaki kanan dan dilangkahkan kearah depan dengan sejajar, bearti kaki kanan berada dibelakang kaki kiri
Ø  dan kaki kanan ditarik kearah kaki, lalu menggeserkan kearah samping kanan, dengan membentuk kuda-kuda tengah  arah depan dan kembali kearah semula
6.      pola langkah huruf S
kuda-kuda yang dipakai kuda-kuda tengah
Ø  kaki kiri ditarik dengan menggeserkan kearah kaki kanan, lalu dilanjutkan kearah depan dengan sejajar
Ø  kaki kanan yang berada dibelakang kaki kiri menggeserkan kaki kearah kaki kiri, dan lanjut menggeserkan kearah samping dengan membentuk kuda-kuda tengah menghadap depan
Ø  dan kemudian kaki kiri ditarik kearah kaki kanan dan dilanjutkan menggeser kearah depan yaitu arah kiri
Ø  kaki kanan itu ditarik kearah kaki kiri dan dilangkahkan kekanan sejajar dengan bahu
Ø  dan untuk kembali ketitik awal atau sikap awal (mundur), lakukan seperti langkah maju

D.    PUKULAN DALAM PENCAK SILAT
1.      Pukulan lurus
Pukulan dengan salah satu tangan memukul kearah depan, sasaran yaitu dada lawan, dan tangan satunya lagi menutup arah point yaitu sasaran perut keatas.
2.      Bandul
Mengayunkan salah satu tangan berbetuk kepalan dari bawah keatas kearah sasaran ulu hati lawan, dan tangan yang satu lagi tetap menutup arah sasaran lawan.
3.      Tegak
Sasarannya adalah bahu atau sendi bahu bagian kanan (lawan yang dengan kita yang saling berhadapa, jadi sama saja dengan bahu sebelah kiri yang menjadi sasara).
4.      Melingkar
Sasrannya adalah pinggang lawan.

E.     TENDANGAN DALAM PENCAK SILAT
1.      Tendangan lurus
Tendangan lurus kedepan dengan hentakan telapak kaki kearah lawan.
2.      Tendangan melingkar
Tendangan dengan hentakan punggung kaki kearah lawan.
3.      Tendangan melipat (tendangan berbentuk huruf T)
Dengan tendangan samping menggunakan hentakan sisi telapak kaki bagian luar.
F. 
     TANGKISAN DALAM PENCAK SILAT
1.      Tangkisan dalam
Tangkisan dari luar kedalam sejajar dengan bahu.
2.      Tangkisan luar
Tangkisan dari dalam keluar sejajar dengan bahu.
3.      Tangkisan atas
Tangkisan dari bawah keatas untuk melindungi kepala dari serangan lawan.
4.      Tangkisan bawah
Tangkisan dari atas kebawah.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar